Kamis, 24 Juli 2014

Kajian Ramadhan 1435 H di Jogja part 2

okey.. berikut ini adalah lanjutan catatan kajian selama Ramadhan di Jogja. Mungkin ada banyak yang belum sempat tercatat di sini. Namun, sedikitnya catatan ini saya harap dapat bermanfaat bagi semuanya.

Semangat beribadah !
Semangat Beramal !
  1. Kajian Sore Masjid Mujahidin UNY

Tanggal : 12/07/2014

Isi kajian :

10 tingkatan amalan saat tilawah yang dikemukakan oleh Said Hawa.
a.       Memahami sumber firman bahwa ayat yang kit abaca bersumber dari Allah yang Esa, Tuhan seru sekalian alam.
b.      Ta’dzim, yakni menghadirkan keagungan Allah di dalamnya. Hati ketika tilawah senantiasa dalam keadaan suci.
c.       Kehadiran hati dan meninggalkan jiwa (nafsu).
d.      Tadabbur dan disunnahkan membaca dengan tartil.
e.      Tafahum.
f.        Meninggalkan semua hal yang dapat menghalangi pemahaman.
Hal-hal yang dapat mengurangi pemahaman antara lain:
·         Terlalu taqlid pada madzhab tertentu.
·         Selalu berbuat dosa, sombong, dan memperturutkan hawa nafsu.
Cara membersihkan hati
·         Dengan cara riyadhoh hati, yakni dengan dzikrullah billisan, billisan wa qolbi, dan dzikil fii qolbi.
·         Membersihkan akhlak dengan ilmu.
g.       Takhsis, yakni merasa sebuah ayat ditujukan kepada kita.
h.      Ta’atsur, yakni ikut hanyut dan terbawa sesuai ayat yang dibaca.
i.         Taroqi, yakni meningkatkan penghayatan sampai seakan ia mendengarkan langsung dari Allah.
j.        Tabarri, yakni melepaskan dirinya dari kekuatan dirinya dengan pandangan ridho atas pemberian Allah.


2. Talkshow Inspiratif “Ibu Dahsyat, Keluarga Hebat”

Judul : Kriteria Dasar Muslimah Calon Ibu Sukses.
Tanggal : 13/07/2014
Ustadzah :  Ustadzah Nunung Bintari dan ustadzah Ummi Habibah

Isi kajian :

Part 1 : Ustadzah Nunung Bintari
Kriteria calon ibu sukses
1.       Muslimah yang taat agamanya.
2.       Bertekad mengantarkan anak ke surga kerena mendidik anak sama dengan ikhtiar mengentarkan anak ke surge.
3.       Muslimah yang bermanfaat bagi masyarakatnya, bermanfaat bagi lingkungannya. Meski merantau, jangan lupakan daerah asal. Pulang dan bermanfaat bagi daerah asal atau dimanapun kita nanti berada.
4.       Aktif bermasyarakat.
Part 2 : ustadzah Ummi Habibah
Ibu tangguh adalah ibu yang kuat menanggung, melaksanakan tugas dan amanahnya. Ibu terampil adalah ibu yang berpengetahuan dan punya skill yang dipelajari dari pengalaman orang lain.
Bagaimana menjadi ibu tangguh dan terampil ?
1.       Berbaik sangka kepada Allah. Jika kita berbaik sangka kepada Allah, maka yang ada hanyalah rasa syukur dan rasa bahagia, tidak ada rasa beban.
2.       Ilmu yang luas. Ibu harus punya kemauan untuk terus belajar. Ilmu tidak didapat dari buku. Buku hanya menyajikan teori, maka belajarlah dari orang yang sudah berpengalaman. Terbukalah dengan masukan. Belajar dari siapapun.
3.       Jaga fisik dan kesehatan.


3.  .  Kajian Tarawih Masjid Kampus UGM

Ustadz : Syatori Abdurrauf.
Tanggal : 16/07/2014

Isi kajian :

Bulan Ramadan adalah bulan Qur’an yang dijelaskan dalm surah Al-Baqarah ayat 185. Hidup itu tujuannya untuk akhirat.  Bila kita ingat saat kita pulang ke rumah melalui jalan yang sering kita lewati sekalipun memerlukan petunjuk, apalagi menuju akhirat. Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Al-Qur’an sudah diturunkan, namun banyak umat Rasulullah yang mengabaikan. Mengapa?
1.       Ketidaktahuan tentang Al-Qur’an dan tidak ada kinginan mempelajari Al-Qur’an.
2.       Kebencian dan kedengkian menutup cahaya Al-Qur’an terhadap orang yang mempelajarinya.

Jadikanlah Al-Qur’an sebagai idola.


4.       Kajian Tarawih Masjid Nurul Ashri

Ustadz : Zainal Fanani
Tanggal : 17/7/2014

Isi kajian :

Mengingat kembali tentang kewajiban puasa yang dijelaskan dalam firman Allah di surah Al-Baqarah 183. Bila dicermati, ayat Allah ini mengandung pola yang dapat dikorelasikan dengan tahapan meraih kesuksesan.  Pertama, Allah mengawali dengan frasa panggil “Yaa Ayyuha al ladziina aamanu”, kata ini memanggil orang-orang yang beriman. Begitu pula dengan kesuksesan, kita harus yakin dan berkomitmen bahwa kita lah yang dipangil untuk meraih keberhasilan.  Farasa kedua adalah “Qutiba alikumus Shiyaam” yang bermakna ada jalan yang tegas untuk mencapai suatu keberhasilan. Sebelum menjelaskan frasa kedua ini secara lebih lengkap, kita merujuk pada frasa ketiga “ Kamaa qutiba ‘ala al ladziina min qoblikum”, sebagaimana orang sebelum kamu, artin ya ada pola yang menunjukkan contoh atau panutan. Atau kita dapat belajar dari orang yang telah berpengalaman. Frasa keempat adalah “La ‘allakum tattaquun”, agar kamu betaqwa. Frasa ini menunjukkan bahwa ada tujuan yang jelas.
Kembali pada frasa kedua, yakni ada jalan yang tegas dan yang dimaksud pada ayat ini adalah berpuasa. Puasa memiliki lima amalan yang mendukung.
1.  Menahan diri dari yang dilarang dari subuh sampai magrib. Orang yang ingin sukses harus menahan diri. Prihatin dulu dengan mengikuti pola puasa. Ada saatnya kita nanti memperoleh keberhasilan, tetapi semua diawali dengan keprihatinan. Ada fase yang harus diikuti.
2.      Qiyamul lail. Setiap keberhasilan memerlukan energi ruhiyah yang besar agar mampu mengarungi usaha dengan baik dan agar mampu melalui hidup yang keras, serta tidak mudah putus asa.
3.    Tadarus dan tadabbur Al-Qur’an. Belajar dari petunjuk Allah. Orang yang ingin sukses harus punya etos belajar yang kuat.
4.      I’tikaf. Semangat untuk berhenti sejenak untuk muhasabah. Kita boleh bekerja keras, namun ada saat kita berhenti sejenak untuk evaluasi diri.
5.   Shodaqoh dan membayar zakat. Sukses butuh investasi besar, baik investasi diri maupun investasi kompetensi.


5.       Kajian Buka Bersama Masjid Nurul Ashri

Judul : Wonderful Family
Ustadz : Cahyadi Takariawan
Tanggal : 18/07/2014

Isi kajian :

Ketika akan menikah harus dipahami bahwa dua orang yang akan menikah memiliki banyak sekali perbedaan. Jadi, ketidakharmonisan bukanlah sebuah alasan yang relevan untuk menjadi penyebab perceraian. Penyebab perceraian adalah alasan ekonomi dan perselingkuhan. Pernikahan merupakan manajemen ketidakcocokan.
Bagaimana cara memanaj ketidakcocokan tersebut?
1.       Carilah sebanyak mungkin kecocokan antara suami dan istri.
2.       Apabila bertemu hal yang tidak cocok, carilah titik temu yang disepakati suami dan istri.
3.       Terimalah apa adanya.
Motivasi merupakan pondasi. Motivasi pernikahan ada dua, yakni motivasi ketuhanan dan motivasi kemanusiaan atau keduniaan. Motivasi ketuhanan adalah niat ikhlas karena Allah. Orientasi menikah karena Allah dan untuk mendekatkan diri pada Allah. Menikah bukan sekedar kepengenan. Kalau sekedar pengeng, jadinya tidak bertanggung jawab. Laki-laki dan permpuan itu seperti sepatu, tidak sama tapi saling melengkapi, tetapi menikah tidak sama seperti memakai sepatu, dipakai kalau sedang menginginkan, kalau sudah bosan dibuang, ganti yang lain, atau nambah sepatu lain. Jika motivasi kokoh, persoalan hidup dapat dikelola.
Motivasi kedua adalah kemanusiaan atau keduniaan. Motivasi ini menguatkan motivasi pertama. Bila ada motivasi ini, maka akan menekan egoisme pribadi. Seperti apapun proses menikah anda, itu adalah proses pembelajaran bagi anak-anak anda. Mencari calon itu mudah, yang susah adlah menyiapkan diri untuk menikah. Pernikahan melalui proses mengenal, sebuah proses yang never ending dan terus tumbuh dan berkembang selama pernikahan. Seseorang selalu tumbuh dan berkembang, begitu pula corak hubungan pernikahan pun juga berkembang.


6.       Kajian Tarawih Masjid Nurul Ashri


Ustadz : Darul Falah
Tanggal : 18/07/2014

Isi kajian :

Barokah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah SWT yang tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik atas sesuatu yang kita miliki atau kita usahakan. Kunci untuk mendapatkan keberkahan yang tercantum dalam surah Al-A’raf 96 adalah dengan IMAN dan TAQWA serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
3 Hal yang kita dapatkan bila hidup kita barokah adalah
1.       Keberkahan keluarga. Kerukunan serta anak yang shalih dan shalihah.
2.       Barokah Rizki. Rizki yang habis karena dimakan dan lusuh karena dipakai.
3.      Barokah waktu. Waktu ibarat pedang. Waktu yang barokah adalah waktu yang digunakan untuk banyak kegiatan kebaikan, baik itu dalam berpikir maupun kegiatan secara fisik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar